CHATBOT yang mengadopsi Artificial Intelligence (AI) ChatGPT, memang dibentuk untuk mempermudah kehidupan masyarakat. Tidak heran jika banyak orang yang menggunakan ChatGPT untuk mempermudah dalam pekerjaan.
Tapi, perusahaan raksasa Samsung malah melarang penggunaan ChatGPT. Bukan karena takut bersaing, tapi lantaran penggunaan ChatGPT telah menyebabkan kebocoran data serius yang dialami oleh perusahaan.
Untuk diketahui, sebelumnya beberapa karyawan Samsung tanpa sengaja telah membocorkan data rahasia perusahaan saat mencoba menggunakan ChatGPT untuk membantu mereka dalam bertugas. Parahnya, ini terjadi berulang dalam jangka waktu sebulan, di mana karyawan tersebut justru turut memasukkan data rahasia, untuk membantu memperbaiki masalah dengan kode mereka.
Tercatat, ada tiga insiden kebocoran yang terjadi. Karena ChatGPT menyimpan data input pengguna untuk melatih dirinya lebih lanjut, rahasia dagang dari Samsung itu pun kini secara efektif berada di tangan OpenAI.
Saat ini Samsung mengatakan mengambil langkah untuk menciptakan lingkungan yang aman dengan tidak lagi menggunakan AI generatif tersebut. Ini berlaku bagi seluruh karyawan.
"HQ sedang meninjau langkah-langkah keamanan untuk menciptakan lingkungan yang aman untuk menggunakan AI generatif dengan aman guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi karyawan,” kata Samsung dikutip dari Techradar.
"Kami meminta Anda (karyawan) dengan rajin mematuhi pedoman keamanan agar tidak terjadi pelanggaran atau kompromi informasi perusahaan yang berujung pada tindakan disipliner hingga dan termasuk pemutusan hubungan kerja," lanjut perusahaan menambahkan.
Larangan ini berlaku untuk siapa pun yang menggunakan ponsel, tablet, atau komputer perusahaan Samsung, dengan staf juga diminta untuk tidak mengunggah informasi bisnis sensitif menggunakan perangkat pribadi apa pun.
Dan senagai gantinya, Samsung dilaporkan tengah mengembangkan layanan AI internalnya sendiri untuk penggunaan internal oleh karyawan. Namun kemamluannya masih terbatas dengan ukuran hingga 1024 byte saja.
(Martin Bagya Kertiyasa)