Hal ini lah yang membuat pihak Badan Pencegahan Korupsi Nasional Ukraina menyatakan bahwa Xiaomi menjadi salah satu sponsor invasi besar-besaran yang dilakukan Rusia
"Xiaomi Corporation mensponsori agresi militer negara teroris dan harus menanggung konsekuensi reputasi dan hukum atas tindakannya," kata Badan Pencegahan Korupsi Nasional.
Namun, dilansir dari akun Twitter resmi Xiaomi, mereka membantah tudingan yang dilayangkan Ukraina. Xiaomi berpendapat bahwa semua konsumen di seluruh dunia bebas memperoleh akses ke produk-produk mereka.
Xiaomi menyebutkan bahwa mereka memiliki jutaan konsumen yang tersebar di 100 negara dan wilayah. Mereka juga mematuhi semua peraturan yang ada di negara dan wilayah masing-masing, serta tidak mendukung atau mensponsori perang apapun.
(Andera Wiyakintra)