JAKARTA – Ban merupakan salah satu komponen terpenting dalam hal keselamatan. Ketika ban bermasalah, kenyamanan dan keamanan pengendara akan berkurang karena berpotensi kecelakaan.
Tugas ban mobil adalah penahan bobot kendaraan beserta penumpangnya. Ban mobil juga berfungsi menahan getaran, dan penerus tenaga yang dihasilkan mesin agar mobil bergerak. Ban juga berfungsi sebagai pengendali kemudi agar nyaman dalam berkendara.
Sifatnya yang langsung bersentuhan dengan permukaan jalan membuat ban mobil kerap mengalami berbagai kendala. Salah satu hal yang paling sering dijumpai adalah permukaan atau dinding ban terdapat benjolan.
Berdasarkan penjelasan Auto2000, penyebab utama ban mobil benjol adalah tekanan udara ban kurang. Penyebab ban benjol adalah menabrak benda keras seperti batu, trotoar dan lubang jalan.
Hantaman keras ini akan menyebabkan dinding ban menekuk, terjepit antara pelek dan permukaan jalan secara tiba-tiba. Benturan keras juga membuat anyaman benang pada dinding ban putus sehingga tidak ada lagi pengikat yang membuat ban tetap kokoh.
Umumnya, tonjolan ban tersebut tidak langsung muncul saat ban kurang tekanan udara. Baru ketika tekanan angin pada ban ditambah, benjolan akan muncul di dinding atau permukaan ban.
“Jangan pernah abaikan tekanan udara pada ban mobil meski jarang dipakai. Tekanan udara yang tidak sesuai standar menyebabkan berkurangnya kenyamanan dan beresiko pada keamanan berkendara,” kata Nur Imansyah Tara, Aftersales Business Division Head Auto2000 dalam keterangan resmi.
Cara untuk mencegah ban benjol cukup sederhana, yakni menjaga tekanan udara sesuai rekomendasi pabrikan. Jika tekanan udara berkurang dapat menyebabkan ban aus pada sisi luar, setir berat, hingga ban benjol ketika menabrak benda keras.
Meski tekanan udara wajib diperhatikan, namun pemilik ban tidak boleh mengisi tekanan udara terlalu berlebihan karena ada dampak buruknya.
Dampak tekanan angin terlalu tinggi adalah mengakibatkan setir terlalu ringan, ban kehilangan grip sehingga mobil sulit dikendalikan sehingga terjadi aus ban pada bagian dalam.
Selain itu, usahakan mengecek tekanan udara ban mobil setidaknya sepekan sekali sesuai rekomendasi pabrikan. Termasuk melakukan servis berkala di bengkel resmi yang akan melakukan pengecekan dan perawatan mobil secara menyeluruh.
(Citra Dara Vresti Trisna)