Fan mengatakan bahwa ASI membutuhkan kemampuan untuk menafsirkan isyarat sosial laten, seperti memutar mata atau menguap untuk memahami keadaan mental individu lain. Termasuk juga keyakinan dan niat untuk bekerja sama dalam melaksanakan tugas.
Menurut Fan, pendekatan terbaik adalah yang lebih holistik. Misalnya meniru cara manusia berinteraksi satu sama lain dan dunia di sekitar mereka. Hal ini membutuhkan lingkungan yang terbuka dan interaktif. Mesti dipertimbangkan juga untuk memperkenalkan bias ke dalam model ASI.
“Untuk mempercepat kemajuan ASI di masa depan, kami merekomendasikan untuk mengambil pendekatan yang lebih holistik seperti yang dilakukan manusia. Misalnya pembelajaran multi-tugas, pembelajaran satu atau beberapa, pembelajaran-meta, dan lainnya,” kata Fan.
Di masa depan, tambah Fan, perlu untuk membuat lingkungan dan kumpulan data baru, mengidentifikasi masalah baru, serta membangun model komputasi baru. Tujuan akhirnya yaitu melengkapi AI dengan ASI demi meningkatkan kesejahteraan manusia.
(DRA)
(Andera Wiyakintra)