Seperti diketahui, truk juga menjadi penyumbang polusi yang tinggi karena gas buang yang diciptakan cukup besar. Untuk itu, dibutuhkan solusi yang lebih konkret agar aktivitas logistik tetap berjalan normal, sekaligus lingkungan tetap terjaga.
“Truk yang dioperasikan di jalan perkotaan menghasilkan 195 gCO2/tkm (gram CO2 per ton kilometer travelled). Apabila menggunakan kapal tongkang (Barge) hanya menghasilkan 31,6 gCO2/tkm. Sementara itu, untuk kereta api menghasilkan lebih sedikit polusi, yaitu 24 gCO2/tkm,” ujar Van Zenten.
Pria asal Belanda itu juga mengatakan aktifitas utama dry port adalah melakukan penanganan dan pengiriman kontainer. Oleh karena itu, infrastruktur harus lengkap dan terjamin.
(Citra Dara Vresti Trisna)