Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Berusaha Saingi Tesla, Toyota Atur Ulang Strategi Kendaraan Listrik Secara Global

Muhamad Fadli Ramadan , Jurnalis-Selasa, 13 Desember 2022 |22:04 WIB
Berusaha Saingi Tesla, Toyota Atur Ulang Strategi Kendaraan Listrik Secara Global
Ilustrasi. (Foto: Carsguide)
A
A
A

JAKARTA – Toyota Motor Corporation berusaha untuk mengatur ulang strategi kendaraan listrik bersama pemasok utama bahan baku. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan menekan biaya produksi.

Dikutip dari Reuters, seorang sumber mengungkapkan informasi rahasia terkait perubahan strategi perusahaan asal Jepang tersebut.

Diprakirakan Toyota bakal menunda pengembangan dan peluncuran mobil listrik baru dari Toyota. Disebutkan, Toyota ingin mengambil keuntungan dari menutup celah dengan merek lainnya terkait dengan harga dan performa.

Apa yang dilakukan Toyota ini adalah untuk menyaingi Tesla. Diketahui, Tesla mampu meraih untung delapan kali lipat per kendaraan karena mampu menyederhanakan produksi dan menekan biaya produksi.

Toyota sendiri telah meninjau rencana tiga tahap senilai USD 30 miliar (Rp466,6 triliun) untuk mengembangkan dan merilis EV yang diumumkan akhir tahun lalu.

Hal ini telah menangguhkan pekerjaan pada beberapa proyek mobil bertenaga baterai yang diumumkan tahun lalu.

Sementara departemen yang dipimpin oleh mantan chief competitive officer Shigeki Terashi sedang mencari cara untuk meningkatkan biaya, kinerja, dan teknologi di pasar kendaraan listrik yang berkembang pesat.

Grup ini juga dilaporkan sedang mempertimbangkan penerus platform mobil listrik e-TNGA terbaru, yang akan menjadi dasar dari sebagian besar pengembangan mobil listriknya dalam waktu dekat.

Berdasarkan penuturan sumber, platform tersebut dikembangkan dengan asumsi perlu menjual sekitar 3,5 juta EV per tahun. Itu sekitar sepertiga dari keseluruhan angka penjualan kendaraan saat ini.

Platform e-TNGA dirancang agar EV dapat dibangun di jalur perakitan Toyota bersamaan mobil bensin dan hibrida. Sebuah kompromi untuk menghadirkan inovasi jalur produksi di pabrik yang diakui oleh para insinyur Toyota sebagai kunci kekuatan Tesla.

Sementara itu, Wakil Presiden Toyota Australia untuk operasi penjualan, pemasaran, dan waralaba Sean Hanley baru-baru ini mengatakan kepada CarsGuide bahwa Toyota tetap berkomitmen untuk mengurangi dampak lingkungannya.

“Tugas kami adalah mengurangi jejak karbon kami. Hebatnya, tidak ada perusahaan mobil di dunia saat ini yang tidak ingin mengatakan bahwa kita harus mengurangi jejak karbon kita, tidak satu pun. Begitu pula dengan kami,” kata Hanley seperti dikutip dari CarsGuide.

Perubahan strategi EV Toyota datang tidak lama setelah CEO Tesla, Elon Musk mengumumkan bahwa merek tersebut fokus pada pengembangan platform untuk membuat mobil entry level yang bisa mencapai setengah harga Model 3 dan Model Y.

(Citra Dara Vresti Trisna)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement