Meski demikian, Dekan Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Institut Teknologi Bandung (FTTM ITB) Sri Widiyantoro mengatakan, Sesar Baribis masih menjadi perdebatan dan perlu dibuktikan dengan penelitian di lapangan.
Sementara itu. Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono, mengungkap bahwa Sesar Baribis diduga merentang dari Purwakarta, mengarah ke barat, tetapi tertimbun material sedimen.
BMKG sendiri mengungkapkan, Sesar Baribis tersebut aktif dan membuat bagian selatan Jakarta berpotensi diguncang gempa. Namun demikian tidak diketahui secara pasti kapan Sesar Baribis bergeser dan menjadi sumber gempa.
(Ahmad Muhajir)