Hal serupa pun dijelaskan dalam situs berita Gizmodo dan ini tidak hanya berlaku bagi kain kafan saja tapi juga bagi jenazah. Kedua faktor tersebut bisa membuat jenazah terhindar dari pembusukan.
Disampaikan bahwa fenomena itu dikenal dengan istilah adiposera atau adipocere. Istilah adiposera diambil dari nama zat yang populer disebut lilin mayat. Nama ilmiah zat itu berasal dari kata Latin untuk lemak (adeps) dan lilin (cere).
Lilin mayat merupakan zat putih tebal yang muncul dan keluar dari beberapa tubuh jenazah, kemudian melindungi dari proses pembusukan. Substansi lilin ini kemungkinan besar terbentuk dari lingkungan yang lembap dan basa, kemudian beraksi ketika air bersentuhan dengan jaringan lemak lunak dari jenazah.
Lokasi pemakaman yang tanahnya agak basah dan berpasir tidak banyak mengandung udara atau oksigen. Sehingga bakteri penguraian tidak bisa bertahan hidup.
(Ahmad Muhajir)