Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ada Peluang Cuan, Leasing Mulai Melirik Konversi Motor Konvensional ke Listrik

Muhamad Fadli Ramadan , Jurnalis-Rabu, 16 November 2022 |13:00 WIB
Ada Peluang Cuan, Leasing Mulai Melirik Konversi Motor Konvensional ke Listrik
Ilustrasi Konversi Motor. (Foto: Antara)
A
A
A

JAKARTA – Konversi motor konvensional ke listrik menjadi peluang ekonomi tersendiri bagi beberapa pihak. Selain membuka kesempatan bagi bengkel, peluang ekonomi pada bisnis ini mulai dilirik perusahaan pembiayaan atau leasing.

Di sisi lain, jumlah bengkel konversi bersertifikat masih sedikit dan komponen yang dibutuhkan harus impor membuat membuat jasa konversi masih mahal.

Untuk menarik gairah masyarakat konversi motor konvensional ke listrik dibutuhkan perusahaan pembiayaan atau pihak ketiga untuk menalangi konversi motor.

Adira Finance adalah salah satu perusahaan pembiayaan yang dikabarkan mulai tertarik memberikan kemudahan masyarakat untuk melakukan konversi.

Direktur Utama Adira Finance Dewa Made Susila mengaku belum terlalu dalam membahas kemungkinan itu meski sudah didiskusikan.

“Memang sudah ada masukan tentang konversi, hanya saja Adira mencoba untuk menganalisa efek-efek apa yang nanti akan timbul dari konversi tersebut,” kata Dewa.

Sekadar informasi, pemerintah berusaha mempercepat trend kendaraan listrik dengan menerapkan sejumlah regulasi. Salah satu regulasi untuk menambah kendaraan listrik adalah dengan konversi dari kendaraan konvensional ke listrik.

Namun, biaya yang dibebankan untuk konversi sepeda motor membutuhkan biaya Rp10 juta bergantung dari kapasitas baterai dan besaran daya motor penggeraknya.

Perusahaan pembiayaan melihat jumlah tersebut masih cukup tinggi dan minat membeli kendaraan listrik juga belum tumbuh. Oleh karena itu, dibutuhkan pihak ketiga untuk menjembatani antara bengkel konversi dengan pengguna motor.

“Pastikan motor yang dikonversi itu bukan motor baru, jadi kita lagi bersama-sama untuk mempelajari ini efeknya seberapa jauh. Kalau nanti ternyata hitungannya memungkinkan, maka kita siap memberikan pembiayaan,” ujar Made.

Beberapa waktu lalu, Ketuka Ikatan Motor Indonesia (IMI) sekaligus Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta pemerintah mempermudah proses konversi.

“Pertama pabrikan atau home industri yang melakukan konversi, setelah motor pertama yang mereka konversi lulus uji tipe, seharusnya motor berikutnya tak perlu melakukan pengujian lagi,” kata Bamsoet.

(Citra Dara Vresti Trisna)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement