Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Tragis Jatuh Bangun Pabrikan Mobil Borgward di Jerman

Citra Dara Vresti Trisna , Jurnalis-Rabu, 12 Oktober 2022 |19:28 WIB
Kisah Tragis Jatuh Bangun Pabrikan Mobil Borgward di Jerman
Salah satu produk Borgward. (Foto: commons.wikimenia.org)
A
A
A

Tapi, kegemilangan Borgward tidak berlangsung lama. Di tengah kemelut perang dunia, Borgward terkena pribahasa “sudah jatuh tertimpa tangga”. Sempat ada rumor yang menyebut perusahaan otomotif, termasuk borgward, diwajibkan membuat kendaraan militer untuk menyokong perang Jerman yang berkepanjangan.

Tiga tahun dibuat babak belur lantaran membantu Nazi memenangkan perang dari sisi sokongan kendaraan, Borgward juga harus gigit jari saat pabriknya di Breman ludes lantaran bom sekutu.

Mendapati perusahaannya ambruk, Borgward tak cepat putus asa. Ia mencoba bangun kembali apa yang telah runtuh, termasuk perusahaannya. Berbekal jatah material pascaperang, Borgward mencoba bangkit dengan keputusan cerdas membagi diri ke dalam entitas yang berbeda: Borgward, Goliath dan Llyod. Hal ini memungkinkan masing-masing perusahaan mendapat jatah bahan baku.

Kecerdasan di awal itu tidak berlangsung lama. Ia mendapati kenyataan pahit dari keputusannya membagi perusahaan jadi tiga. Namun, di sisi lain, masing-masing perusahaan berjalan sendiri-sendiri dan tidak berbagi suku cadang dan sumber daya. Padahal, tanpa kerja sama, dibutuhkan biaya yang mahal untuk mencukupi suku cadang di masing-masing perusaan.

Sayangnya, Borgward mungkin telah melakukan kesalahan fatal. Setiap perusahaan mengoperasikan departemen teknik dan pembeliannya sendiri, artinya mereka tidak berbagi suku cadang dan sumber daya. Bagaimanapun, dibutuhkan banyak uang untuk mengembangkan setiap bagian dari setiap mobil.

Borgward Isabella. (Foto: garagevandervelden)

Di tengah keterbatasan, Borgward masih meluncurkan model Isabella yang populer dan banjir peminat. Begitu juga dengan Borgward yang baru dengan fitur yang cukup canggih kala itu, yakni suspensi udara dan transmisi otomatis. Hal ini membuat Borgward nampak berjaya. Bahkan di tahun 1959, perusahaan melaporkan pendapatan hingga $158 juta.

Kemudian sebuah artikel di majalah Jerman Der Spiegel pada tahun 1960 menyebut Borgward terguncang. Hal inilah yang kemudian membuat partai politik yang berkuasa menahan pinjaman kepada Borgward hingga akhirnya runtuh di tahun 1961.

(Citra Dara Vresti Trisna)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement