Dan lagi-lagi, jauh sebelum ilmuwan menemukannya, Al-Qur’an telah lebih dulu menjelaskannya dalam surat Al Anbiya Ayat 33 yang menjelaskan secara gamblang berikut ini:
وَهُوَ الَّذِيْ خَلَقَ الَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَۗ كُلٌّ فِيْ فَلَكٍ يَّسْبَحُوْنَ
Artinya: Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing beredar pada garis edarnya.
6. Rasa Sakit Tergantung Pada Kulit
Seluruh manusia tentu mengenal apa itu rasa sakit, namun penjelasan ilmiah terhadap adanya rasa sakit itu baru diketahui beberapa waktu belakangan ini dimana ternyata rasa sakit itu sendiri berasal dari kulit dan bukan dari otak.
Sains menjelaskan bahwa kulit kita memiliki syaraf khusus sebagai reseptor rasa sakit. Penemuan itu juga sejalan dengan Al-Qur’an Surat An-Nisa ayat 56 berikut:
اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِاٰيٰتِنَا سَوْفَ نُصْلِيْهِمْ نَارًاۗ كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُوْدُهُمْ بَدَّلْنٰهُمْ جُلُوْدًا غَيْرَهَا لِيَذُوْقُوا الْعَذَابَۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَزِيْزًا حَكِيْمًا
Artinya: Sungguh, orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti dengan kulit yang lain, agar mereka merasakan azab.
Ayat tersebut dapat dipahami bahwa kulit lah yang menyebabkan adanya rasa sakit itu sendiri dengan perumpamaan mekanisme azab yang dilakukan oleh-Nya.
(Ahmad Muhajir)