JAKARTA - Ada enam negara yang pernah mengalami kebocoran data oleh hacker. Diketahui, pemberitaan mengenai sosok peretas Bjorka masih hangat diulas di Indonesia.
Sebab, Bjorka berhasil meretas situs pemerintah Indonesia dan mengantongi jutaan identitas masyarakat Indonesia. Tidak hanya itu, Bjorka juga berhasil menyebar identitas tokoh-tokoh politik Indonesia.
Selain Indonesia, ada enam negara ini pernah mengalami kebocoran data oleh hacker juga. Negara mana saja? Dirangkum dari berbagai sumber, selengkapnya berikut ini.
1. India
Negara yang terkenal akan kelezatan Pani Purinya ini rupanya pernah diacak-acak oleh seorang hacker. Hacker bahkan berhasil menggondol sekitar 962,7 juta data.
Kabarnya, secara statistik setiap 10 akun email yang dibobol, setengahnya akan menunjukan kata sandinya. Data yang diambil pun cukup lengkap, yaitu meliputi nama, usia, rekening bank, nomor telpon, kata sandi, dan lain-lain.
2. China
Tidak beda jauh dari India, Negeri Tirai Bambu juga pernah mengalami kebocoran data yang sangat masif. Hacker yang melakukan tindakan ini mengaku telah mendapatkan 1 miliar data penduduk China dari basis kepolisian kota Shanghai.
Hacker menyebutkan, menjual data-data tersebut di Breach Forums dengan nilai 10 bitcoins atau setara dengan Rp2,9 miliar.
3. Amerika Serikat
Negara yang kini dipimpin oleh Joe Biden ini juga tidak luput dari tindak peretasan. Sepanjang 2022, data milik Amerika Serikat telah bocor sebanyak 2,5 juta.
Meski demikian, kebocoran data yang paling besar terjadi pada tahun 2016 tepat beberapa hari sebelum pemilihan umum presiden.
Dilaporkan ada sekitar 50 juta data Facebook yang bocor dan diduga disalahgunakan dalam pemilu AS sehingga Donald Trump bisa menang pemilihan.