SEDERET pemicu tabrakan beruntun di dalam tol harus Anda pahami. Hal ini untuk mencegah terjadinya kecelakaan, karena berkendara di jalan tol tentunya tidak sama dengan ketika berkendara di jalan biasa.
Ada sejumlah peraturan yang harus Anda patuhi agar terhindar dari kecelakaan. Umumnya, pemicu kecelakaan di jalan tol berkaitan dengan masalah human error. Apa saja? Berikut ulasannya.

1.Bermain Ponsel
Menerima panggilan telepon atau membalas pesan singkat sambil menyetir bisa memecah konsentrasi dan perhatian Anda saat berkendara. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, gadget bisa memecah konsentrasi dan membuat sopir tak sigap dengan sekitarnya
2.Melanggar Batas Kecepatan
Melanggar batas kecepatan adalah penyebab lain kasus kecelakaan dalam tol. Badan Pengatur Jalan Tol mengatur batas kecepatan minimum kendaraan di tol dalam kota sebesar 60 kilometer per jam (km/j). Sedangkan batas atas kecepatan kendaraan di tol dalam kota adalah 80 km/j.
Di tol luar kota, batas kecepatan minimum sebesar 60 km/j dan batas atasnya di 100 km/j. Berkendara di atas batas kecepatan tersebut, berisiko membuat kontrol kemudi melemah. Maka, pastikan Anda selalu mengikuti petunjuk batas kecepatan saat berkendara di jalan tol.
3.Tak Jaga Jarak
Tidak menjaga jarak aman menjadi penyebab kecelakaan beruntun di dalam tol. TMC Polri menyebutkan, 26 persen kecelakaan beruntun disebabkan sopir tidak menjaga jarak aman dengan kendaraan di depannya.
Sekitar 15 persen lainnya kecelakaan beruntun dipicu aksi pengendaraan saat belok dan 9 persen lainnya ceroboh saat akan menyalip dan berganti lajur. Sementara 8 persen penyebab lainnya karena pengendara melanggar batas kecepatan dan melakukan aktivitas lain saat mengemudi mencapai 7 persen.
4.Melaju di Bahu Jalan
Keberadaan bahu jalan di dalam tol sebenarnya disediakan untuk kondisi darurat. Sehingga pengendara yang tidak dalam kondisi darurat tak diizinkan menggunakan bahu jalan. Namun tak sedikit pengendara melanggar aturan ini sehingga menabrak mobil lain yang menggunakan bahu jalan untuk keadaan darurat.
5.Mengabaikan Marka Jalan
Abai memerhatikan marka jalan juga bisa memicu terjadinya kecelakaan di jalan tol, apalagi saat lalu lintas padat. Banyak hal tak bisa diprediksi saat berada di jalan, maka waspadalah dan selalu ikuti aturan yang berlaku.
6.Kendaraan Tak Layak Pakai
Tidak mengecek kelayakan kendaraan sebelum berkendara adalah salah satu kelalaian yang kerap dilakukan pengendara. Mereka acap abai mengecek kondisi rem, ban, dan kontrol setir kendaraan yang bisa menjadi penyebab kecelakaan
7.Mengantuk
Microsleep atau tertidur sejenak merupakan salah satu kondisi tubuh yang sangat membahayakan jika terjadi saat berkendara. Meski terjadi dalam hitungan detik, namun ada banyak kemungkinan yang bisa terjadi. Seperti mobil berpindah lajur hingga kecepatan mobil meningkat atau berkurang yang bisa menyebabkan kecelakaan beruntun di dalam tol.
Demikian informasi terkait tujuh pemicu tabrakan beruntun di dalam tol. Semoga bermanfaat untuk Anda.
(RIN)
(Rani Hardjanti)