Laporan Ericsson Mobility Report menyebut bahwa perkembangan trafik yang luar biasa ini didorong oleh peningkatan penggunaan smartphone dan broadband seluler, serta digitalisasi masyarakat dan industri. Terlepas dari pandemi Covid-19 dan ketidakpastian geopolitik, permintaan terhadap koneksi internet dan layanan digital cepat terus meningkat.
Tidak hanya itu, di Asia dan Oseania, jumlah konsumsi data pengguna smartphone akan meroket menjadi 45 GB per bulan pada 2027.

Foto: Ericsson
FWA dan IoT
Laporan Ericsson Mobility Report juga menyoroti pentingnya peran Fixed Wireless Access (FWA) atau Jaringan Tetap Nirkabel dalam menyalurkan layanan broadband.
Ericsson memperkirakan jumlah koneksi FWA akan melebihi 100 juta pada 2022, angka yang diperkirakan akan meningkat lebih dari dua kali lipat pada 2027, yakni mencapai hampir 230 juta.
Sementara untuk Internet of Things (IoT), laporan tersebut mencatat bahwa pada 2021, broadband IoT (4G/5G) mengambil alih 2G dan 3G sebagai teknologi yang menghubungkan bagian terbesar dari semua perangkat seluler yang terhubung dengan IoT, terhitung sebanyak 44 persen dari seluruh koneksi.
Teknologi IoT yang masif (NB-IoT, Cat-M) meningkat hampir 80 persen selama 2021, mencapai hampir 330 juta koneksi. Jumlah perangkat IoT yang terhubung dengan teknologi ini diperkirakan akan melampaui 2G/3G pada tahun 2023.