Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Avanza Ditabrak Kereta di Tambun, Ini Penyebab Mesin Mobil Bisa Mati di Pelintasan KA

Kurniawati Hasjanah , Jurnalis-Rabu, 22 Juni 2022 |09:03 WIB
Avanza Ditabrak Kereta di Tambun, Ini Penyebab Mesin Mobil Bisa Mati di Pelintasan KA
Mobil ditabrak kereta api di Tambun (dok Instagram)
A
A
A

KECELAKAAN antara kereta dan mobil minibus kembali terjadi. Kali ini mobil Avanza berwarna hitam ditabrak kereta api di dekat Stasiun Tambun, Kabupaten Bekasi pada Selasa 21 Juni 2022.

Dalam video yang beredar, terlihat kereta api yang melaju kencang dengan menyeret sebuah minibus Toyota Avanza berwarna hitam.

Terlihat mobil tersebut ringsek dan mengalami rusak parah.

"Avanza Ditabrak Kereta Jarak Jauh di Dekat Stasiun Tambun, Satu Orang Meninggal Dunia.??," demikian keterangan postingan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, mobil itu mengalami mati mesin saat melintasi rel di pelintasan sebidang.

Saat mesin mobil mati, kereta kemudian datang dan tabrakan tersebut tidak dapat terhindarkan.

Berkaca dari insiden ini, lantas apa saja penyebab mesin mobil mati di perlintasan kereta?

infografis

BACA JUGA:Jokowi Ulang Tahun ke-61, Intip Koleksi Kendaraannya dari Mobil Pickup hingga Motor Vega

Berdasarkan Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian LIPI (Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia) dikutip dari laman resminya, terdapat emisi elektromagnetik di rel kereta api. Yang berarti, ada kabel penghantar arus listrik yang terpasang. Kabel tersebut dikatakan tidak kompatibel dengan mesin mobil.

Terlebih jika kereta api hendak melintas di jarak 600 meter, arus listrik tersebut akan menghantarkan medan magnet yang tinggi. Medan magnet tersebut bakal membuat mesin mobil mati di rel kereta api.

Saat ada arus listrik yang mengalir pada rel kereta bersentuhan dengan benda elektromagnetik yang tidak kompatibel, maka berpotensi menghasilkan emisi di atas ambang batas.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement