Pertumbuhan industri otomotif di wilayah pertanian itu berkaitan dengan Perang Dunia II.
Ketika itu, para petani dituntut untuk bisa segera memperbaiki peralatan pertanian setelah perang usai.
Hal itulah yang membuat masyarakat di Emilia-Romagna memiliki keterampilan teknis soal mesin.
Alhasil, pabrikan otomotif pun bisa dengan mudah mendapatkan pegawai yang sudah memiliki bekal pengetahuan dasar yang memadai.
Pertumbuhan industri supecar itu dilaporkan memberikan kontribusi transkasi sebesar 16 miliar euro per tahun. Sebagian nilai transaksi itu berasal dari ekspor mobil ke berbagai penjuru dunia.
Saat ini, Emilia-Romagna memiliki 16 ribu perusahaan otomotif dan pendukung industri otomotif, empat trek balap dan enam pusat pelatihan.
Secara keseluruhan, terdapat 90 ribu pekerja yang terlibat dalam industri tersebut.
(Kurniawati Hasjanah)