JAKARTA - Krisis iklim disebut berpotensi memicu penularan terbaru terhadap 4.000 virus di antara mamalia, termasuk manusia dengan hewan untuk pertama kalinya pada 2070.
Dilansir dari CNBC, Rabu (4/5/2022), menurut penelitian tersebut, krisis iklim akan mendorong hewan untuk menjauh dari suhu yang lebih panas, dan terpaksa migrasi sehingga mengakibatkan spesies bersentuhan langsung dengan manusia untuk pertama kalinya.
Disampaikan, pandemi Covid-19 kemungkinan disebabkan oleh penularan virus SARS-CoV-2 dari kelelawar tapal kuda Asia Tenggara ke manusia.
Namun, seorang postdoctoral di Wissenschaftskolleg zu Berlin di Berlin dan salah satu penulis penelitian ini, Greg Albery, mengatakan bahwa 4.000 penularan virus lintas spesies antara mamalia tidak berarti akan ada 4.000 potensi pandemi Covid-19 lainnya.
“Tetapi masing-masing memiliki potensi untuk mempengaruhi kesehatan hewan dan mungkin kemudian menyebar ke populasi manusia. Bagaimanapun, ini kemungkinan akan menjadi berita yang sangat buruk bagi kesehatan ekosistem yang terkena dampak,” kata Albery.
Penelitian ini menemukan, kelelawar sangat mungkin menularkan virus karena mereka terbang. Kelelawar akan menyumbang hampir 90 persen dari pertemuan pertama antara spesies baru dan sebagian besar pertemuan pertama akan terjadi di Asia Tenggara, .
Kendati demikian, hal itu bukan alasan untuk menjadikan kelelawar sebagai biang keladinya.