Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ilmuwan Temukan Metode Baru Ubah CO2 Jadi Bahan Bakar Ramah Lingkungan

Tangguh Yudha , Jurnalis-Minggu, 06 Maret 2022 |07:02 WIB
Ilmuwan Temukan Metode Baru Ubah CO2 Jadi Bahan Bakar Ramah Lingkungan
Ilmuwan temukan metode baru ubah CO2 jadi bahan bakar ramah lingkungan (Foto: SciTechDaily)
A
A
A

JAKARTA - Para ilmuwan dari Universitas Cambride sukses merumuskan konsep yang dapat mengubah karbon dioksida (CO2) menjadi bahan bakar ramah lingkungan dan berkelanjutan, tanpa limbah atau efek samping lain yang tidak diinginkan.

Temuannya ini, dilaporkan dalam dua makalah yang saling terkait di Nature Chemistry and Proceedings of the National Academy of Sciences.

Melansir AzoCleanTech, Minggu (6/3/2022), para ilmuwan sebelumnya telah menemukan bahwa katalis biologis, atau enzim, dapat membuat bahan bakar secara bersih menggunakan sumber energi terbarukan, namun dengan efisiensi rendah.

Dan sekarang, mereka telah sukses meningkatkan efisiensi produksi bahan bakar sebanyak 18 kali lipat dari sebelumnya, menunjukkan bahwa emisi CO2 yang mencemari lingkungan dapat diubah menjadi bahan bakar ramah lingkungan secara efisien tanpa membuang energi.

Guna memungkinkan CO2 menjadi bahan bakar ramah lingkungan, enzimlah yang menjadi kunci. Enzim yang diisolasi dari bakteri dapat ditugaskan untuk memantuk reaksi kimia yang mengubah CO2 menjadi bahan bakar, sebuah proses yang disebut elektrolisis.

Enzim ini, lebih efisien daripada katalis lain, seperti emas, tetapi mereka sangat sensitif terhadap lingkungan kimia lokalnya. Jika lingkungan setempat tidak sepenuhnya tepat, enzim akan berantakan dan reaksi kimia menjadi lambat.

Para ilmuwan Cambridge, bekerja sama dengan tim dari Universidade Nova de Lisboa di Portugal, telah merumuskan teknik untuk meningkatkan efisiensi elektrolisis dengan mengubah kondisi larutan untuk memodifikasi lingkungan sekitar enzim.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement