"Serangan DDoS massal lainnya di negara kami telah dimulai," kata Menteri Transformasi Digital Ukraina, Mykhailo Fedorov.
Selain itu, para peretas juga dikatakan menggunakan malware penghapus data terbaru.
Sejumlah peneliti dari perusahaan keamanan siber, ESET, menjelaskan jika malware yang digunakan adalah HermeticWiper yang diinstal pada ratusan mesin komputer, ini menyebabkan banyak data yang ada di sana hilang bak ditelan bumi.
Saat ini, beberapa situs departemen termasuk departemen pertahanan sudah mulai bisa dipulihkan. Mungkin, karena departemen yang satu ini memiliki lebih banyak kesiapan dibanding yang lainnya dalam menerima serangan siber.
Belum diketahui dari mana serangan ini berasal. Hingga sekarang, pihak Rusia belum mengakui serangan. Beberapa waktu lalu, sebelum terjadinya peperangan, Rusia membantah terlibat atas serangan di sejumlah situs.
(Ahmad Muhajir)