AKI alias Accumulator merupakan salah satu penerapan dari prinsip Sel Volta pada kehidupan sehar-hari. Sel volta sendiri memiliki tiga bagian penting, yaitu sel volta primer, sel volta sekunder, dan sel bahan bakar. Aki termasuk ke dalam sel volta sekunder.
Lalu, apa bahan yang digunakan sebagai elektrode sek aki (Accu)? Berikut penjelasannya.

Melansir dari buku Sel Volta Dan Aplikasinya Dalam Kehidupan karya Setiyana, S.Pd., M.Eng, prinsip kerja dari sel volta adalah sel elektrokimia yang berisi energi kimia dari reaksi redosk spontan diubah menjadi energi listrik.
Sementara sel volta sekunder memiliki arti yang dapat diisi ulang kembali jika telah habis.
Maka dari itu, Aki yang sering kita jumpai pada kendaraan bermotor termasuk ke dalam jenis sel volta sekunder.
Aki telah digunakan sejak tahun 1915 pada kendaraan bermotor seperti motor dan mobil. Fungsi dari aki adalah untuk memberikan suplay listrik bagi komponen mobil dan motor.
Umumnya, aki yang diggunakan memiliki daya sebesar 6 volt pada motor dan 12 volt pada mobil.
Aki terbuat dari lempengan timbal (Pb) dan timbal oksida (PbO2) yang dicelupkan ke dalam larutan asal sulfat (H2SO4).
Nah, apabila aki bereaksi dengan memberikan arus, maka lempeng timbal (Pb) berperan sebagai anoda dan lempeng timbal oksida (PbO2) berperan sebagai katoda.
Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut:
Anode : Pb + SO4 2- → PbSO4 + 2e
Katode : PbO2 + SO42-+ 4H++ 2e → PbSO4 + 2H2O
Reaksi sel : Pb + 2SO4 2- + PbO2 + 4H+ " 2PbSO4 + 2H2O
Kembali ke pertanyaan awal yaitu apa bahan yang digunakan jadi elektrode pada sel aki? Berdasarkan penjelasan di atas maka jawabannya adalah elektroda pada sel aki lempengan timbal (Pb) dan lempengan timbal oksida (PbO2).
(Kurniawati Hasjanah)