JAKARTA - Seorang Gubernur Amerika Serikat (AS) mengutuk TikTok, mengklaim kartel narkoba Meksiko memakai platform tersebut untuk merekrut penyeludup dari negaranya.
Dilansir dari Metro, Kamis (3/2/2022), pekan lalu Gubernur Texas AS, Greg Abbott, menuduh TikTok mempromosikan perdagangan manusia di wilayahnya dan mengkritik tanggapan pemerintahan Biden.
"Kartel di Meksiko menggunakan TikTok untuk beriklan, merekrut penyelundup di Texas, di San Antonio, Houston, dan kota-kota lain di Texas dan mungkin beberapa negara bagian lain," kata Abbott.
Dia meyampaikan, kartel tersebut juga akan memberikan bayaran bagi siapapun yang mau menyeludupkan narkoba atau orang yang ingin bermigrasi ke AS. Baginya, para kartel juga melakukan perdagangan manusia.
"TikTok seharusnya malu, dikutuk, dan hadus ditindak secara hukum karena mempromosikan perdagangan manusia di Texas dan AS," kecam Abbott.
Disebutkan bahwa TikTok kini memiliki sisi lain sebagai platform media sosial tempat video kelompok pengedar narkoba dan aktivitasnya ditonton ratusan ribu kali.
Konten kartel yang telah beredar di media sosial Meksiko selama bertahun-tahun, mulai membanjiri feed TikTok di AS pada 2020, setelah klip pengejaran kapal berkecepatan tinggi menjadi viral.
Ditanya tentang kebijakan mereka terkait video tersebut, juru bicara TikTok mengatakan kepada New York Times bahwa perusahaan tersebut berkomitmen untuk bekerja sama dengan penegak hukum dalam memerangi kegiatan kriminal terorganisir.
TikTok juga mengatakan jika mereka telah menghapus kkonten dan akun yang mempromosikan aktivitas ilegal.
"TikTok melarang keras konten yang berupaya mempromosikan atau memfasilitasi kegiatan kriminal, dan kami akan menghapus akun pemimpin kartel atau geng jika mereka teridentifikasi di platform kami," kata Juru Bicara TikTok.
“Kami juga bekerja dengan perusahaan intelijen pihak ketiga untuk memperkuat pertahanan kami dan membuat laporan kepada penegak hukum,' tambah mereka.
(Ahmad Muhajir)