Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Alquran dan Sains, Ungkap Gunung Bergerak Cepat Layaknya Awan

Ahmad Muhajir , Jurnalis-Rabu, 02 Februari 2022 |11:16 WIB
Alquran dan Sains, Ungkap Gunung Bergerak Cepat Layaknya Awan
Gunung begerak cepat layaknya awan (Foto: TenStickers)
A
A
A

JAKARTA - Gunung merupakan tanah dengan bentuk menonjol, wujudnya sendiri sangatlah tinggi dan besar. Biasanya, ketinggiannya lebih dari 600 meter.

Menurut sudut pandang sains, sebuah gunung terbentuk dari gerakan tektonik lempeng, gerakan orogenik, atau gerakan epeirogenik.

Sementara bagi Alquran gunung adalah salah satu bagian dari ciptaan Allah SWT. Dijelaskan, gunung dapat menimbulkan aktivitas karena kehendak-Nya.

Dirangkum dari buku Tafsir Ilmi Samudera dalam Perspektif Alquran dan Sains, yang disusun oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia, dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), diungkapkan jika gunung terus bergerak.

Pegerakan gunung ini, diibaratkan layaknya gerakan awan. Allah SWT menjelaskan hal ini melalui salah satu ayat Alquran:

وَتَرَى الْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَّهِيَ تَمُرُّ مَرَّ السَّحَابِۗ صُنْعَ اللّٰهِ الَّذِيْٓ اَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍۗ اِنَّهٗ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَفْعَلُوْنَ

"Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS An-Naml: 88).

Adapun penjelasan ayat tersebut menurut Tafsir al-Muntakhab:

"Wahai Rasul, engkau melihat gunung-gunung itu tetap di tempatnya dan engkau mengira mereka diam, padahal yang terjadi sesungguhnya mereka bergerak cepat laksana gerakan awan."

Pergerakan-pergerakan Bumi, lempengan Bumi, dan semua benda-benda di atasnya tentu menimbulkan berbagai perubahan, baik pergerakan cepat, sedang, maupun pergerakan lambat yang tidak disadari manusia.

Perubahan dinamis itu, menyebabkan terjebaknya endapan-endapan yang diperlukan manusia, seperti mineral, air tanah, energi fosil, dan sebagainya.

Perubahan juga dapat menimbulkan gempa, gelombang tsunami, hilangnya daratan dari pandangan mata, atau munculnya gunung-gunung baru seperti terjadi pada Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

(Ahmad Muhajir)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement