BUPATI Langkat Terbit Rencana Perangin Angin ditangkap KPK, Selasa 18 Januari 2022. Dia ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dalam pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara pada periode 2020 hingga 2022.
Terbit yang juga Ketua DPD Partai Golkar Langkat diduga memerintahkan anak buahnya untuk berkoordinasi memilih pihak rekanan yang akan dimenangkan atas proyek di Dinas PUPR dan Dinas Pendidikan Langkat.
Baca juga: Intip 8 Koleksi Motor Sport Crazy Rich Bandung Doni Salmanan, Ada yang Berlapis Emas!
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) 2020 yang dilaporkan ke KPK, Terbit tercatat memiliki total harta kekayaannya mencapai Rp85.151.419.588. Dia juga punya delapan mobil atas nama pribadi.
Dari total harta Rp 85 miliar, hampir 90 persen berstatus harta lainnya dengan total Rp 78,3 miliar. Sementara, untuk harta tanah dan bangunan senilai Rp 3,79 miliar.
Lalu ada juga harta alat transportasi dan mesin senilai Rp 1,17 miliar, kemudian surat berharga Rp 700 juta, serta harta kas dan setara kas senilai Rp 1,19 miliar.
Kendati punya nominal harta alat transportasi dan mesin yang tidak terlalu besar, Terbit Rencana terdaftar memiliki 8 kendaraan bermotor yang seluruhnya berupa mobil.
Masih mengacu pada sumber dokumen yang sama, koleksi mobil Terbit Rencana memang cukup menarik meski dipenuhi dengan mobil-mobil hatchback dan SUV. Namun, ada salah satu SUV yang cukup menarik perhatian, yakni Toyota Land Cruiser Cygnus. Berikut daftar lengkapnya.
1. Toyota Vios 1.5 G A/T, Tahun 2013, hasil sendiri, dengan nilai taksiran seperti tercantum di dokumen LHKPN Rp 130.000.000
Baca juga: Dipasang di Lamborghini, Terungkap Arti di Balik Pelat Nomor Mobil Raffi Ahmad
2. Toyota Yaris 1.5 S Limited A/T, Tahun 2011, hasil sendiri, dengan nilai taksiran seperti tercantum di dokumen LHKPN Rp 110.000.000
3. Toyota Hilux 3.06 M/T, Tahun 2010, hasil sendiri, dengan nilai taksiran seperti tercantum di dokumen LHKPN Rp 180.000.000
4. Honda Jazz GE8 1.5 EAT, Tahun 2010, hasil sendiri, dengan nilai taksiran seperti tercantum di dokumen LHKPN Rp 110.000.000