Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jangan Disepelekan, Ini Sederet Penyebab Ban Pecah di Tol

Tim Okezone , Jurnalis-Senin, 20 Desember 2021 |09:24 WIB
Jangan Disepelekan, Ini Sederet Penyebab Ban Pecah di Tol
Ilustrasi mobil (dok Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Baru-baru ini terdapat video viral pengakuan pengendara mobil yang mengalami ban pecah di tol.

Dalam video yang diunggah @palembang.kusut, seorang pria dalam video tersebut mengatakan, kendaraannya mengalami pecah ban di ruas jalan tol arah Lampung ke Palembang.

Pria itu menilai, ban kendaraan mengalami pecah ban akibat jalan yang rusak dan berlubang. Bahkan, pria tersebut pun menunjuk kendaraan lain yang mengalami nasib serupa.

“Aduh bapak pemerintah tolong dong. Ini tol dari Lampung arah Palembang di KM 312 ban saya pecah, karena (jalannya,red) lubang dar der dar der dar der. Tadi sepanjang jalan sudah ada perbaikan, tapi mohon segera diselesain pak. Waduh kacau banget, ini bahaya banget pak. Di belakang, ada lagi tuh. Tolong pak, ini bahaya banget asli. Tolong segera dituntasi,” ucap pria dalam video tersebut.

Pecah ban di jalan tol merupakan peristiwa yang tidak bisa kita hindari. Dampak dari ban yang meletus tiba-tiba saat mobil berkecepatan tinggi memicu kecelakaan fatal dan membahayakan penghuni kabin.

Untuk itu, jangan menunggu sampai mobil mengalami pecah ban terjadi.

Berikut beberapa penyebab ban mobil meletus yang perlu diantisipasi pengendara dilansir dari Auto2000:

Ban aus atau botak

Kondisi ban aus atau botak kerapkali dialami pada bus dan truk sebab memiliki jarak tempuh dan pemakaian tinggi. Tak hanya itu, hal tersebut dapat dipengaruhi perilaku mengemudi, kondisi jalan, kondisi tekanan angin, dan lainnya.

Ban aus bisa mengurangi daya cengkeram secara drastis sehingga membahayakan terutama saat melintas di jalanan licin atau bahkan hanya sekadar melakukan pengereman.

Untuk itu, diharapkan setiap pengendara memperhatikan ketebalan tapak ban. Jika sudah di bawah batas minimal penggunaan, sebaiknya segera mengganti ban baru untuk mengantisipasi kasus ban pecah di jalan.

Kurang udara

Tekanan udara di dalam ban akan berkurang melalui pori-pori ban serta pentil seiring waktu. Apabila tak dilakukan pemeriksaan, biasanya ban akan kempis. Faktor lain ban kempis seperti tertusuk benda tajam seperti paku, batu, potongan besi dan lain-lain.

Untuk itu, pengendara disarankan mengecek kondisi ban secara rutin dan segera mengisi udara angin jika kedapatan ban kempis. Pengendara bahkan perlu berhati-hati dalam mengemudi khususnya jika kondisi jalan kurang bagus untuk mengurangi risiko terjadinya ban meletus akibat kekurangan angin.

Ban benjol

Permukaan ban yang sebelumnya rata sempurna dapat timbul benjolan berisi udara yang jika dibiarkan akan membahayakan pengemudi, serta mengganggu penampilan kendaraan.

Kerusakan ini terjadi karena beberapa faktor, di antaranya jam penggunaan kendaraan terlalu tinggi sehingga menyebabkan temperatur ban tinggi dan tekanan udaranya berkurang.

Dalam kondisi itu, misalnya ban menghantam jalan rusak, bisa membuat lapisan benang dalam ban putus kemudian timbul benjolan. Jika dibiarkan tidak menutup kemungkinan akan berdampak pada ban pecah.

Untuk mencegah hal ini pengemudi diharapkan selalu memperhatikan tekanan udara ban dan waktu istirahat dalam perjalanan. Waktu istirahat ini sekaligus menghindari kelelahan bagu pengemudi dan mendinginkan ban.

Kelebihan muatan

Ban pecah seringkali kesalahan yang sering diistilahkan ODOL (Over Dimension Over Load) di Indonesia, khususnya untuk truk dan bus.

Perlu dipahami, semakin berat beban yang diangkut, semakin besar pula tekanan yang diberikan pada ban.

Kemudian, ban digunakan dalam kondisi tekanan udara kurang secara terus menerus, sudah ada benjolan, atau sudah ada 'luka' sebelumnya. Jika terus dibiarkan, ban dapat pecah seketika.

Dianjurkan kepada setiap pengemudi untuk mengecek kondisi ban secara rutin, minimal tiap sebelum melakukan perjalanan. Periksa juga tekanan angin ban, kondisi telapak ban apakah masih di atas batas minimal tebal telapak ban, periksa luka atau benjolan pada ban, dan batu-batu yang menempel pada telapak ban atau di antara ban ganda.

(Kurniawati Hasjanah)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement