Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ujaran Kebencian di Media Sosial Naik 20% Selama Pandemi

Yudi Setyowibowo , Jurnalis-Selasa, 16 November 2021 |12:50 WIB
 Ujaran Kebencian di Media Sosial Naik 20% Selama Pandemi
Ujaran kebencian di media sosial (Foto: Technology)
A
A
A

"Kami sudah tahu dari penelitian bahwa orang yang mem-bully dan troll benar-benar mungkin memiliki kesehatan mental yang rendah, mereka mungkin mengalami trauma, mereka mungkin berada dalam rumah tangga yang kasar, mereka mungkin menjadi sasaran dan mem-bully diri mereka sendiri," kata Liam seperti dikutip BBC, Selasa (16/11/2021).

Dia mengatakan, kebosanan dan perasaan bahwa orang tidak memiliki kendali atas hidup mereka menyebabkan mereka menyalahgunaan media sosial . "Mereka merasa seperti tidak memiliki kendali atas hidup mereka, itu menjadi badai yang sempurna," katanya.

Ditch the Label telah terlibat dalam undang-undang keamanan online yang diusulkan pemerintah untuk mewajibkan jejaring sosial punya tanggung jawab mengantisipasi ujaran kebencian di medsos.

Namun Liam juga menginginkan pendidikan yang lebih baik sejak dini, untuk memahami dampak penyalahgunaan dan bahaya radikalisasi online yang lebih mungkin terjadi di forum yang lebih kecil daripada di Twitter atau Instagram.

"Ada peran besar untuk pendidikan, tetapi kemudian ada juga upaya sosial yang besar untuk benar-benar berkampanye untuk perubahan dan menentang normalisasi ini karena itu tidak baik," tambah Liam.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement