"Ternyata, pengguna ingin membuat video abadi yang menceritakan kisah profesional dengan cara yang lebih pribadi dan yang menunjukkan kepribadian dan keahlian yang dimiliki," sambungnya.
LinkedIn bukan satu-satunya yang menyetop fitur Stories. Sebelumnya ada Twitter yang juga melakukan hal yang sama dengan fitur yang mereka beri nama Fleets.
Seperti LinkedIn, Twitter mengamati bahwa pengguna tidak begitu suka dengan format video yang punya batas waktu.
Dihentikannya fitur Stories di dua platform tersebut dapat menandakan hilangnya minat pengguna pada format video yang bisa menghilang. Namun, tampaknya tidak mungkin Snapchat atau Instagram akan menyerah pada produk Stories mereka dalam waktu dekat.
(Dyah Ratna Meta Novia)