Saat pengguna berada dalam jarak satu hingga dua meter dari halangan, perangkat akan berbunyi bip untuk memperingatkan bahaya yang akan datang.
"Ini adalah tampilan masa depan umat manusia dengan tiga mata," kata Paeng, yang juga seorang pascasarjana dalam teknik desain inovasi di Royal College of Art dan Imperial College, dikutip dari Channel News Asia, Minggu (6/6/2021).
"Karena kita tidak bisa mengalihkan pandangan dari smartphone, mata ekstra seperti ini akan dibutuhkan di masa depan," lanjutnya.
Penemuan Paeng ini menggunakan sensor gyro untuk mengukur sudut miring leher pengguna dan sensor ultrasonik untuk menghitung jarak antara mata robot dan rintangan di depan. Kedua sensor dihubungkan ke mikrokontroler papan tunggal sumber terbuka dengan baterai.
(Helmi Ade Saputra)