Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menilik Teknologi STO Pengelolaan Aset Digital untuk Transaksi Aman dan Transparan

Tim Okezone , Jurnalis-Rabu, 14 April 2021 |17:53 WIB
Menilik Teknologi STO Pengelolaan Aset Digital untuk Transaksi Aman dan Transparan
ILustrasi teknologi (foto: shutterstock)
A
A
A

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lingga, Raja Fakhrurrazi menganalogikan Pulau Katang sama halnya dengan Batam yang mulai dibangun pada tahun 1980-an dan kawasan wisata Lagoi di Bintan yang mula dibangun pada 1990-an.

"Dulunya juga kosong, sama seperti Pulau Katang hari ini, tetapi lihat sekarang Batam dan Lagoi, sama-sama sudah berkembang. Hal itu yang membuat kami optimistis Pulau Katang di masa depan bakal menjadi gerbang wisata di Lingga, bahkan akan lebih hebat dari Lagoi," lanjutnya.

"Kabupaten Lingga pun mempunyai Gunung Daek, 13 sumber mata air terjun, bahkan Lingga menjadi poros ekonomi Kepri, karena untuk wilayah Batam, Bintan, Batam, dan Tanjungpinang sudah tidak ada air. Di sini kita ada istana peninggalan masa kerajaan Riau-Lingga, hingga air terjun yang tidak dimiliki daerah lain. Itu yang bisa dijual dalam mempromosikan Pulau Katang ini," tandasnya.

Vinsensius Jemadu selaku Direktur Pemasaran Pariwisata Regional 1 (Nusantara, ASEAN, Australia dan Oceania) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lingga, Raja Fakhrurrazi menyatakan dukungannya terhadap rencana pengembangan Pulau Katang Lingga menjadi destinasi wisata kelas atas bagi wisatawan domestik maupun manca negara.

“Hadirnya Pulau Katang Lingga, saya harap bisa membawa kembali kejayaan Lingga, seperti pada zaman kerajaan Lingga dahulu. Terlebih potensi pariwisata di Katang Lingga sangat baik, ada wisata air, alam, bawah laut, budaya dan sejarah. Potensi wisata sejarah kawasan Lingga inilah yang akan mampu menarik wisatawan dari Brunei, Singapura, Malaysia bahkan Filipina,” (Raja Fakhrurrazi).

Sarno Wibowo yang biasa disapa Kapten Sar, Komisaris PT DAS meyakini bahwa konsep ekonomi kerakyatan dan gotong royong berbasis teknologi block chain dan STO adalah jawaban dari keresahan masyarakat dan bangsa Indonesia selama ini di mana aset-aset strategis dan menguntungkan hanya bisa dimiliki segelintir orang dan kelompok.

Bangsa Indonesia sebagai pemilik sah atas negeri ini justru hanya menjadi penonton di negeri sendiri. PT Angkasa Wijaya Group melalui kepanjangan tangannya yakni PT Diva Agra Selaras berkomitmen memberi solusi agar aset-aset strategis dan menguntungkan seperti kawasan wisata Katang Lingga Kepri bisa tetap dimiliki Putra Bangsa sendiri melalui konsep ekonomi gotong royong berbasis teknologi STO. Sudah waktunya Indonesia berdaulat secara ekonomi, dan sudah waktunya Anda semua menjadi “the economic heros” atau pejuang dan pahlawan ekonomi bangsa!.

(Amril Amarullah (Okezone))

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement