Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tim Peneliti Keamanan Siber Ungkap Penyusupan Malware ke Google Chrome dan Edge

Fikri Kurniawan , Jurnalis-Jum'at, 18 Desember 2020 |15:55 WIB
Tim Peneliti Keamanan Siber Ungkap Penyusupan Malware ke Google Chrome dan Edge
Foto ilustrasi Okezone
A
A
A

PRAGUE - Tim peneliti keamanan siber dari Avast Threat Intelligence mengungkapkan telah terjadinya penyusupan malware berbahaya di ektensi (add-on) Chrome dan Edge. Berdasarkan laporan tersebut, malware berbahaya yang berhasil masuk ke add-on ini telah diunduh lebih dari 3 juta kali. Meski demikian, add-on yang terinfeksi malware itu masih tersedia di Chrome dan Edge.

(Baca juga: Mengenal Istilah NFC pada Smartphone Android)

Padahal, melansir dari Bleeping Computer, Jumat (18/12/2020), add-on tersebut bisa mengarahkan korbannya ke situs phising. Penjahat siber ini sengaja memalsukan malware sebagai add-on untuk Instagram, Facebook, dan media sosial populer lainnya.

Di sisi lain, Avast baru menemukan add-on berbahaya itu baru pada November 2020 kemarin. Tetapi tim peneliti tersebut menduga bahwa add-on berbahaya itu sudah digunakan selama bertahun-tahun.

(Baca jgua: Google Chrome Seluler Bisa Deteksi Peretasan Kata Sandi)

Selain itu, Avast juga menemukan sebuah kode berbahaya yang dapat mengirimkan muatan malware tambahan ke PC tanpa sepengetahuan korbannya. Berikut ini daftar add-on berbahaya yang telah disusupi malware dan masih bisa diunduh.

• Direct Message for Instagram

 • Direct Message for Instagram™

• DM for Instagram

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement