Melansir Screenrant, proyek ini sebenarnya yang pertama dari kerja sama CCP dan MMOS. Keduanya sudah membuat Project Discovery sejak 2016 dan melahirkan "Human Protein Atlas" serta "Exoplanets". Ini dapat ditemukan sebagai minigames dalam permainan dan Flow Cytometry sendiri baru tersedia Juni lalu.
Dalam game, tugas pemain kali ini adalah mengindentifikasi struktur sel dengan cara menandai populasi sel pada grafik. Hasil dari game itulah yang diserahkan kepada CCP, dan sebagai gantinya pemain akan mendapatkan mata uang ISK dalam game. Meski begitu, ini tidak dapat dilakukan dengan asal, karena hadiah diberikan jika identifikasi dilakukan sesuai akurasi yang memadai.
Secara keseluruhan, ini serupa dengan proyek pertama Project Discovery yakni Human Protein Atlas. Proyek itu dibuat untuk membantu pembuatan atlas protein manusia dengan memberikan visualisasi. Ini termasuk sampel darah dan alat pelacakan yang dihadirkan dalam game. Dengan alat, pemain diminta menyoroti klaster sel yang mereka lihat.
Sementara untuk mengolah data CCP didukung oleh ilmuwan dari Universitas McGill, BC Cancer, dan dokter garis depan covid-19 seperti Dr Andrea Cossarizza (dosen imunologi di Universitas Modena dan Reggio Emilia School of Medicine di Italia). Mereka menyambut baik hal ini dan merasa proyek game telah membantu kebutuhan sains.
Baca juga: Game Klasik Solitaire Kembali Dirilis dengan Konsep Mata-Mata