Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pandemi COVID-19, Aplikasi Ini Mudahkan Siswa Daftar Universitas

Sindonews , Jurnalis-Jum'at, 17 April 2020 |22:10 WIB
Pandemi COVID-19, Aplikasi Ini Mudahkan Siswa Daftar Universitas
(Foto: Huffington Post)
A
A
A

JAKARTA - Menurut data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, jumlah lulusan SMA dan SMK yang melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi masih di bawah 60% per tahunnya. Dikhawatirkan dengan adanya pandemi ini memicu penurunan jumlah mahasiswa baru di tahun ini dbandingkan 2019, dikutip Sindonews.

Kekhawatiran itu diakui Jaya Suteja, Perwakilan Penerimaan Mahasiswa Baru di Universitas Surabaya (Ubaya). Dia menjelaskan, akses perguruan tinggi untuk siswa-siswi yang diwajibkan tinggal di rumah menjadi kendala pendaftaran mereka ke kampus yang dituju.

Ada dua kendala yang dialami pelajar yang ingin mendaftar. “Pertama, kurangnya akses informasi dan konsultasi seputar perguruan tinggi yang diminati karena berhentinya acara sekolah, seperti pameran pendidikan. Kedua, sulitnya melengkapi dokumen sebagai syarat pendaftaran mahasiswa baru. Apalagi di tengah PSBB, siswa kesulitan dalam mengirimkan raport secara langsung,” ungkapnya.

Padahal keberlangsungan jenjang pendidikan sangat krusial. “Penting bagi lulusan SMA atau sederajat melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi, sehingga generasi muda tetap meraih karier di masa depan yang lebih baik, sekalipun saat ini sedang dihadapkan dengan bencana nasional pandemik COVID-19,” timpak Gunardi Lie, Ketua Pengurus Yayasan Tarumanagara.

Memahami kendala ini, Universitas Tarumanegara (Untar), Ubaya dan 150 kampus lainnya pun mengambil inisiatif mentransformasikan sistem pendaftarannya memakai aplikasi mobile goKampus yang lebih mudah dan nyaman bagi calon mahasiswa.

Melalui goKampus, calon mahasiswa baru dari Untar dan UBAYA bisa mendaftar, mengelola status kemahasiswaan, sampai berkesempatan mendapatkan dana pendidikan yang membantu meringankan biaya kuliah. Kemudahan yang dialami siswa pun mulai terasa. Contohnya, siswa cukup upload atau mengambil foto raport, lalu diverifikasi melalui sistem goKampus.

Siswa yang belum memiliki foto cetak 3x4 juga bisa mendaftar dengan menggunakan foto selfie di handphone. Semua hal ini dapat dilakukan secara instan lewat aplikasi mobile goKampus.

“Bagi penyelenggara perguruan tinggi, tahun 2020 adalah tahun yang unik, di mana universitas dituntut beradaptasi dan harus tetap menjamin kelangsungan pendidikannya di tengah pandemi COVID-19 yang mendunia,” ujar Gunardi.

Oleh karena itu, dia menegaskan kepada generasi muda sebagai generasi Z yang selalu menghabiskan waktu dengan gadget-nya, bahwa pendaftaran mahasiswa baru melalui aplikasi mobile adalah satu-satunya solusi yang dapat dilakukan.

"Kami, Universitas Tarumanagara senang dapat bekerja sama dengan tim goKampus yang menyediakan solusi tersebut dan dalam waktu yang sangat cepat merespons kebutuhan generasi Z,” imbuhnya.

Satu fitur tambahan yang juga diluncurkan berbagai universitas bersama goKampus ialah Instant Approval. Fitur ini memungkinkan calon mahasiswa yang mendaftar dengan cukup upload raport di aplikasi mobile dan langsung menerima keputusan penerimaan dari universitas melalui aplikasi goKampus dalam waktu satu jam.

Hal itu berbeda dengan cara biasa yang butuh waktu tunggu hingga beberapa pekan. Fitur Instant Approval juga memberikan manfaat tambahan, yakni biaya pendaftaran gratis sehingga calon mahasiswa tidak lagi diwajibkan membayar formulir pendaftaran untuk setiap submisi.

(Ahmad Luthfi)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement