Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cincin Pintar Ini Bisa Deteksi Dini COVID-19?

Ahmad Luthfi , Jurnalis-Selasa, 24 Maret 2020 |16:44 WIB
Cincin Pintar Ini Bisa Deteksi Dini COVID-19?
(Foto: TechCrunch)
A
A
A

JAKARTA - Startup cincin pintar bekerja dengan University of California, San Francisco (UCSF) pada sebuah studi baru untuk melihat deteksi tanda-tanda fisiologis awal yang mungkin menunjukkan timbulnya COVID-19, dikutip Techcrunch.

Sebanyak 2.000 profesional kesehatan garis depan akan mendapatkan cincin Oura untuk dipakai selama penelitian.

Cincin melacak suhu tubuh pengguna secara terus menerus, serta pola tidur, detak jantung, dan tingkat aktivitas mereka. Seperti diketahui, demam adalah gejala umum dan awal yang dapat menunjukkan COVID-19

Mendeteksi gejala demam saja tidak cukup untuk mengkonfirmasi kasus COVID-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan apakah bacaan trek cincin Oura mungkin diambil bersama-sama dengan sinyal lain, berguna dalam beberapa jenis upaya deteksi dini.

Ada alasan mengapa peneliti percaya bahwa Oura dapat digunakan untuk deteksi dini. Seorang pengguna Oura di Finlandia mengklaim cincin itu memberi tahu dia bahwa dia sakit sebelum dia menunjukkan gejala virus yang jelas, mendorongnya untuk dites.

Hasil tes mengonfirmasi bahwa tidak menunjukkan gejala, tetapi ia memang tertular COVID-19.

Peneliti UCSF Dr. Ashley Mason berhipotesis bahwa cincin Oura dapat mengantisipasi serangan COVID-19 sebanyak dua hingga tiga hari sebelum timbulnya gejala yang lebih jelas, seperti batuk.

Mampu mendeteksi keberadaan virus pada seseorang secara dini merupakan kunci upaya penahanan global, tetapi bahkan lebih penting ketika datang ke petugas layanan kesehatan garis depan.

Semakin cepat seorang responden garis depan didiagnosis, semakin kecil kemungkinan mereka mengekspos kolega mereka atau orang lain yang mereka kerjakan dalam jarak dekat.

(Ahmad Luthfi)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement