Pratama melanjutkan, ketika mendapatkan email dari sumber tidak resmi, jangan mengunduhnya dan membuka file.
“Itu adalah jalan masuk malware ke smartphone dan komputer kita. Sekali masuk, malware bisa mengambil username dan password akun-akun kita,” imbuh Pratama.
Pratama menambahkan masyarakat perlu mengupdate anti virus dan juga mengupdate sistem Windows ke patch level paling baru. Pastikan juga melakukan update sistem dari lokasi setting di smartphone maupun komputer, bukan dari email asing.
Pasalnya, pelaku bisa saja mengirimkan email phising yang meminta kita melakukan klik untuk mengupdate sistem. Model phising ini sering menyerang pengguna iPhone. Pelaku ingin meretas iCloud korban.
Pratama menggarisbawahi, email palsu ini tidak hanya berbahaya karena adanya malware, namun juga membawa pesan hoaks yang akan membuat masyarakat bertambah panik.
Ia berharap aparat Cybercrime Polri, BSSN, Deputi Siber BIN dan Kominfo bisa berkolaborasi mencegah aksi serupa hadir di Tanah Air.
(Ahmad Luthfi)