Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

3 Solusi Saat Mobil Terlanjur Mengalami Aquaplaning

Medikantyo , Jurnalis-Kamis, 23 Januari 2020 |14:41 WIB
3 Solusi Saat Mobil Terlanjur Mengalami Aquaplaning
Ilustrasi Aquaplaning. Foto : Pixabay
A
A
A

Bisa jadi kondisi aquaplaning (Saat ban mobil atau kendaraan Anda tidak benar-benar menyentuh tanah atau permukaan jalan karena jalanan tergenang air) tidak bisa dihindari. Saat itulah Anda harus pintar mengendalikan mobil.

Dalam kondisi seperti ini, Anda harus tenang. Berikut langkah-langkah yang mesti Anda lakukan seperti dikutip dari laman Nokian, produsen ban terkenal dari Finlandia.

1. Hindari menginjak rem mendadak. ini dapat mengakibatkan kendaraan terkunci dan dengan sangat mudah tergelincir karena ban tidak mampu menapak dengan sempurna pada aspal jalan.

2. Kurangi tekanan pedal gas. Angkat kaki dan kurangi atau lepas pedal gas. Langkah ini dapat membuat mobil melambat secara bertahap. Jika mobil sudah mulai melambat otomatis Anda dapat merasakan ban mobil kembali menyentuh aspal jalan dan mengembalikan traksi yang sempat hilang.

3. Jika terpaksa harus menginjak rem, lakukan secara perlahan dengan gerakan memompa (apabila kendaraan anda belum memiliki ABS). Jika kendaraan sudah dilengkapi dengan fitur ABS mengeremlah seperti biasa.Biarkan sistem ABS bekerja sampai mengurangi kecepatan kendaraan ke titik 0 km/jam.

Mengemudi dalam kondisi jalanan berair bisa membahayakan pengemudi dan penumpang kendaraan. Bahaya muncul saat pengemudi tidak bisa mengendalikan setir atau mengontrol mobil akibat jalanan licin. Apalagi bila kondisi ban sudah aus dan rusak.

Produsen ban yang berkantor pusat Nokia, Finlandia Nokian Tyres menyebutkan, cara terbaik untuk menghindari kondisi yang disebut aquaplaning adalah menggunakan ban baru.

Memang, ban baru tidak sepenuhnya membantu mengurangi risiko aquaplanning. Namun kemungkinan untuk mengontrol mobil dan mengendalikannya sesuai dengan kecepatan yang diinginkan pengemudi setidaknya bisa dilakukan dengan lebih baik.

Dari sudut pandang keamanan berkendara, sangat penting bagi kita para pemilik mobil menggunakan ban yang mempunyai alur kedalaman sesuai dengan iklim dan kondisi jalan yang dihadapi.

Saat jalanan penuh air dan kecepatan melebihi batas, ancaman yang paling nyata adalah ban yang tidak mampu menapak dengan baik dan kuat di jalanan. Bahaya selip bakal terjadi.

Penelitian terakhir, menurut Nokian, dilakukan oleh Teniikan Maalima (TM) salah satu majalah mobil terkemuka yang diterbitkan di Helsinki, Finlandia, dan terbesar di seluruh majalah teknologi di Skandinavia, pada Mei 2018.

Ban yang sudah aus bakal menyebabkan aquaplaning pada kecepatan sekurangnya 75 km/jam. Ban baru yang terbaik yang diuji akan menyebabkan aquaplaning pada kecepatan 88 km/jam. Jadi, meski ban baru pun Anda harus tetap hati-hati dan kontrol kecepatan mobil.

(Gabriel Abdi Susanto)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement