Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Teknologi Modifikasi Cuaca Turunkan Intensitas Hujan hingga 50% di Jabodetabek

Pernita Hestin Untari , Jurnalis-Senin, 13 Januari 2020 |11:14 WIB
Teknologi Modifikasi Cuaca Turunkan Intensitas Hujan hingga 50% di Jabodetabek
(Foto: Ist)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Bambang P.S Brodjonegoro mengungkapkan bahwa Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) mampu menurunkan intensitas hujan 30 hingga 50 persen di wilayah Jabodetabek. Hal tersebut diungkapkan Menristek saat melakukan kunjungan ke posko TMC, Skadron Udara 2, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Kunjungan tersebut dalam rangka meninjau progres operasi Teknologi Modifikasi Cuaca guna meredistribusi dan mengurangi potensi curah hujan di wilayah Jabodetabek.

"Berdasarkan statistik, kita mampu mengurangi antara 30 sampai 50 persen dari hujan yang seharusnya jatuh di sini (Jabodetabek)," kata Bambang, dalam keterangan resminya, Senin (13/1/2020).

Lebih lanjut, Bambang berharap bahwa program TMC dapat digunakan tidak saja untuk di musim hujan, untuk memindahkan tempat turunnya hujan, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk mengatasi karhutla (kebakaran hutan dan lahan).

Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan akan mengoptimalkan upaya penerapan TMC, mengingat saat ini memasuki puncak musim hujan. Ia menjelaskan saat ini pelaksanaan operasi TMC untuk penanggulangan banjir Jabodetabek 2020 sudah memasuki hari ke sembilan.

 Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) mampu menurunkan intensitas hujan 30 hingga 50 persen di wilayah Jabodetabek.

Baca juga: Distop Microsoft, Ini Risiko Gunakan Windows 7 Setelah 14 Januari

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement