Check Point mengatakan, pihaknya telah memberi tahu TikTok tentang kerentanan keamanan di platform-nya pada November 2019. Sejak saat itu, TikTok telah menangani masalah ini.
“TikTok berkomitmen untuk melindungi data pengguna. Sama seperti perusahaan lainnya, kami mendorong para pakar keamanan untuk memberi tahu kerentanan pada aplikasi kami," kata Luke Deshotels, anggota tim keamanan TikTok.
Oded Vanunu, pakar keamanan Check Point mengatakan, aplikasi seperti TikTok yang hampir memiliki 1,5 miliar pengguna global adalah target sempurna bagi para hacker. TikTok dapat digunakan di berbagai platform sehingga lebih mudah bagi hacker jahat untuk melancarkan aktivitasnya dengan cepat.
(Ahmad Luthfi)