JAKARTA - Check Point menemukan bahwa TikTok memiliki beberapa kelemahan pada platform-nya. Perusahaan keamanan cyber itu mengatakan kelemahan tersebut dapat dimanfaatkan oleh oknum jahat.
Dikutip dari Theverge, hacker dapat mengirimkan pesan palsu (spoofing) kepada para pengguna yang tampak berasal dari TikTok. Pesan palsu ini dapat berisi muatan yang berbahaya bagi pengguna.
Contohnya, pesan tersebut dapat memuat tautan yang digunakan sebagai jebakan untuk pengguna. Saat tautan itu diklik, hacker dapat langsung mengakses dan mengambil alih akun pengguna TikTok.
Selain itu, Check Point juga menemukan kelemahan lain di TikTok. Hacker dapat memanipulasi web dengan cara cross site scripting supaya para pengguna memasuki situs web TikTok yang palsu.
Halaman palsu ini dibuat mirip seperti halaman TikTok yang asli sehingga membuat pengguna terkecoh. Dengan cara ini, hacker dapat mendapatkan kendali penuh pada akun pengguna TikTok.

Baca juga: Foto-Foto Gerhana Bulan Penumbra di Langit Kupang