Nama Quadrantid berasal dari konstelasi yang sudah mati, bernama Quadrans Muralis. Meteor ini pertama kali dijelaskan oleh astronom Italia, Antonio Brucalassi pada 1825. Ia menggambarkan, “Angkasa dilalui oleh banyak objek bercahaya yang dikenal dengan bintang yang jatuh”.
Seperti meteor lainnya, Quadrantid terdiri dari puing-puing dari berbagai objek besar. Debu yang terlepas dari puing-puing akan bertabrakan dengan atmosfer Bumi, hancur, dan menciptakan garis-garis terang di langit.
(Ahmad Luthfi)