JAKARTA - Dampak banjir yang membuat beberapa jalan tergenang air, perlu menjadi perhatian pengemudi. Saat berkendara dengan jalan tergenang air dan licin, sangat berisiko terjadinya kecelakaan terlebih saat melajukan mobil dengan kecepatan tinggi.
Saat jalan tergenang air, namun pengemudi nekat melajukan kecepatan tinggi, maka akan terjadi aquaplanning dimana ban mobil tidak menapak secara menyeluruh ke permukaan aspal.

"Aquaplaning itu kondisi saat mobil berjalan di genangan air, mobil jadi terasa ringan karena ban tidak menapak sempurna. Bisa sangat bahaya kalau kita tidak tahu cara yang benar saat ada di kondisi ini," ujar Rifat Sungkar, Direktur Utama Rifat Drive Labs.

Saat aquaplaning terjadi, maka traksi antara permukaan ban dengan jalan minim, maka bisa terjadi over kontrol dari kendaraan atau pengendara dan pengemudi bisa kehilangan kontrol kemudi karena ban tidak menapak sempurna di permukaan jalan.
Dalam kondisi aquaplaning tersebut, traksi ban yang tidak maksimal akan berdampak pengemudi kehilangan kontrol kemudi. Risiko inilah yang berisiko terjadinya kecelakaan yang fatal, karena grip ban berkurang dan ban menjadi licin saat melakukan pengereman ataupun sedikit melakukan manuver.

Karenanya saat genangan air cukup banyak di jalan raya, baiknya kurangi kecepatan dan minimalisir lakukan manuver mendadak serta rem mendadak bagi pengendara sepeda motor. Atur jarak aman kendaraan, ditengah visibilitas menurun saat berkendara di musim hujan.
(Mufrod)