LONDON - Faktor yang menjadi perhatian saat MINI Cooper SE diperkenalkan kepada publik, adalah kapasitas paket baterainya. Informasi yang tersedia menyebut daya baterai pada versi listrik dari MINI Cooper tersebut sebesar 32,6 kWh dengan keluaran maksimal berada di angka 28,9 kWh.
Kapasitas tersebut diperkirakan tidak dapat memberi jarak jelajah optimal, sebagai sebuah kendaraan listrik di lingkungan perkotaan. Bahkan, sang produsen menyebut estimasi jarak tempuh berdasarkan perhitungan standar uji WLTP Eropa untuk mobil listrik berkisar 200-232 kilometer.

Informasi terbaru menunjukkan model MINI Cooper SE sudah melakukan pengujian kembali dengan standar resmi EPA. Biasanya angka yang keluar dari tes tersebut lebih rendah dari perkiraan WLTP. Hal itu ditunjukkan dengan cantuman estimasi jarak jelajah pada laman resmi MINI, yang menyebut sekitar 110 mil atau 170 kilometer dalam kondisi baterai optimal.
Perkiraan ini membuat Mini Cooper SE memiliki jarak jelajah lebih rendah dibandingkan model kendaraan listrik lain. Bahkan dibandingkan saudaranya dari BMW Group yakni BMW i3 yang dapat mencapai jarak jelajah 246 kilometer. Namun, mobil listrik BMW itu mempunyai paket baterai lebih besar yakni 42,2 kWh.
Motor listrik penggerak pada model MINI tersebut, disebut masih serupa dengan komponen motor pada model BMW i3. Rangkaian motor itu memiliki kekuatan maksimal hingga 181 hp dengan torsi mencapai 270 Nm. Dalam kondisi optimal, kekuatan tersebut mampu membuat mobil melaju sampai kecepatan 150 Kpj.
Kendaraan model hatchback dengan desain tiga pintu ini sudah ditampilkan dalam ajang pameran otomotif di Frankfurt. Produsennya juga sudah mengumumkan langkah mengawali produksi di Oxford, Inggris tahun depan.

Meski begitu, beberapa waktu lalu MINI juga sudah mengungkap rencana produksi kendaraan elektrifikasi tersebut di Tiongkok. Menggandeng perusahaan lokal Great Wall Motor, investasi produksinya mencapai Rp10 triliun yang dimulai pada 2022 nanti.
(Mufrod)