Seluruh produsen diminta melaporkan inisiatif penarikan kembali kepada otoritas di Jepang, jika sudah menemukan kasus masalah seperti dimaksud. Walaupun kasus meledaknya airbag tersebut sampai saat ini belum terjadi ataupun dilaporkan di wilayah Jepang.
Informasi ini berawal dari temuan produsen BMW AG di Australia terhadap insiden kemungkinan meledaknya komponen airbag secara berbahaya. Insiden lain yang cukup serius juga terjadi sebelumnya di negara tersebut tanpa berakibat pada korban jiwa, sampai laporan serupa ditemukan di Amerika Serikat dan Siprus.

Komponen airbag buatan Takata sendiri disebut menjadi salah satu yang banyak digunakan produsen asal Jepang. Berdasarkan informasi sumber Japan Times dari otoritas setempat, 150.000 mobil dengan komponen airbag Takata digunakan oleh konsumen di negara tersebut sampai saat ini.
(Mufrod)