Meski begitu, ada beberapa faktor yang bisa membuat rencana ini urung terlaksana, “Jika melihat teknologi mesin rotary saat ini, cukup sulit bagi mesin ini untuk memenuhi berbagai regulasi emisi” ujar Ikuo Maeda, Kepala Bagian Desain Mazda.

Namun ia tak menutup kemungkinan untuk mengembangkan mesin rotary sehingga mampu lulus uji emisi “Mazda tengah melihat kemungkinan untuk mengombinasikan berbagai teknologi di kendaraan kami. Jika kami berhasil menemukan solusi yang tepat untuk memasang mesin rotary ini di mobil sport, maka ini akan jadi solusi yang baik.” lanjutnya.
Mazda sendiri juga menyatakan jika mesin rotary tersebut dapat digunakan untuk keperluan mobil hybrid dan plug-in hybrid. Ini berarti, jika terlaksana, suksesor dari Mazda RX-8 tersebut bakal menggunakan sistem hybrid atau pun plug-in hybrid.
(Mufrod)