JAKARTA – Vixen GT bisa dibilang sebagai salah satu sportscar yang terlupakan oleh zaman. Dibuat oleh seorang pembalap yang juga merupakan insinyur ulung pada dekade 1960-an, mobil ini sempat turun balapan beberapa kali sebelum akhirnya terbengkalai dan ditemukan oleh seorang kolektor mobil yang merestorasinya hingga kembali seperti baru.
Mobil ini merupakan hasil karya Ian Stronarch, seorang mantan pembalap dari Manchester, Inggris. Ia membalap di Inggris di dekade 1960 hingga 1970-an. Mengikuti berbagai balap formula mulai dari Formula 2, Formula Libre, maupun Formula 5000, ia pun mulai berpikir untuk membuat mobil balapnya sendiri.

Stronach memulai proyeknya pada 1962 dengan membangun rangka tubular berbahan baja dengan bagian depan mobil yang diambil dari mobil Cooper-Jaguar MkII. Karena dikerjakan sendiri, mobil ini baru selesai dibuat pada 1964.
Berbagai desain inovatif hadir di mobil ini. Mulai dari konfigurasi mesin yang diletakan di bagian belakang mobil, tepat di depan as depan, menjadikannya mobil pertama di kelasnya dengan konfigurasi mesin seperti ini. Selain itu Vixen GT hadir dengan desain spoiler belakang yang menyatu dengan bodi, juga menjadi mobil pertama yang menerapkan desain ini. Di bagian mesin, awalnya Stronach ingin menggunakan mesin V8 3.5 liter dari GM, namun akhirnya ia menggunakan mesin Ford Kent 4 silinder berkapasitas 1.6 liter dengan turbo yang menghasilkan 157 dk.

Mobil ini pun berkali-kali berganti pemilik dan membalap di penjuru Eropa hingga akhirnya dibeli oleh pembalap Prancis bernama Lionel Laglave pada 1980. Pada 2012 Didier van der Linden, seorang kolektor mobil Inggris menemukan mobil ini dijual di sebuah situs mobil klasik ketika ia tengah mencari mobil untuk direstorasi.
Mobil ini telah puluhan tahun teronggok di sebuah lapangan di Strasbourg, Prancis. Kondisinya pun mengenaskan dengan bodi mobil yang berkarat bahkan catnya telah hilang, tanpa mesin, dan interiornya penuh debu.