LOS ANGELES – Generasi kedelapan dari Chevrolet Corvette dengan julukan Stingray resmi diluncurkan di Los Angeles pada pekan lalu. Model yang juga mendapat sebutan sebagai C8 tersebut menjadi Chevrolet Corvette pertama yang mendapat pengaturan letak mesin tengah, diikuti pemanjangan ukuran bodi dan jarak sumbu roda.
Model awal generasi kedelapan Corvette tersebut hadir dengan mesin V8 6.2 L berkekuatan 500 hp dan torsi 637 Nm. Untuk menyalurkan kekuatan tersebut, mobil ini memiliki transmisi manual delapan percepatran dengan fitur paddle sift pada kemudi. Bahkan, Chevrolet menyediakan teknologi baru Double Paddle De-Clutch demi kemudahan pengemudi mengendalikan kendaraan tersebut.

Teknologi lain yang disematkan dalam C8 adalah Magnetic Ride Control, yang sebelumnya juga diletakkan pada generasi ketujuh dari Corvette. Fitur tersebut merupakan penggunaan cairan magnetis sensitif yang dapat mempengaruhi suspensi dalam meredam getaran saat mobil melaju. Terdapat juga sistem manajemen traksi untuk pengendalian mobil yang lebih baik.
Terdapat pertimbangan lebih lanjut terkait penggunaan mesin berteknologi hybrid, atau penambahan komponen elektrifikasi pada model Stingray. Salah satu hal yang mendukung pengubahan tersebut nantinya, adalah letak mesin tengah pada kendaraan tipe sports car ini. Menurut lansiran Autocar, sebuah sumber mengungkapkan kemungkinan peletakan plug-in hybrid ringan dalam kendaraan tersebut.

Pernyataan lebih tegas datang dari Petinggi General Motors, Mark Reuss, yang menaungi merk Chevrolet. Menurutnya akan ada saat pengembangan elektrifikasi pada kendaraan pabrikannya akan terwujud, salah satunya pada model Chevrolet Corvette. “Perusahaan ini berkomitmen pada strategi 0-0-0. Yakni tanpa emisi, tanpa kecelakaan, dan tanpa kemacetan dengan berusaha menerapkan teknologi terbaik pada mobil kami,” ujarnya.
(Mufrod)