Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan salah satu tanaman yang banyak tumbuh di Indonesia, sehingga menempatkan Indonesia sebagai negara penghasil kakao terbesar ketiga didunia. Tapi sejauh ini pemanfaatan kulit buah kakao terbatas hanya untuk pakan ternak dan pupuk.
Menurut penelitian pakar, ternyata kulit kakao mengandung selulosa sekitar 23-54%. Kulit buah kakao juga memiliki kandungan lignin sebesar 60,67%, selulosa (holoselulosa) 36,47% dan hemiselulosa 18,90%. Kandungan tersebut mengindikasikan kulit buah kakao dapat diolah menjadi arang yang mengandung banyak karbon.
Baca Juga : 3 Mahasiswa IPB Sukses Tumbuhkan Bakteri Pengurai Plastik di Labu Kuning
Berdasar pengetahuan itulah para mahasiswa FMIPA UNY yang terdiri dari Zulkaisi Dwi Pangarso (Pendidikan Fisika), Lina Cahyaningsih, Kahfi Imam Faqih Kurnia (kimia) dengan pembimbing Dr. Dyah Purwaningsih melakukan penelitian dengan judul Sintesis Material HPNc/MnO2 sebagai Elektroda Superkapasitor dari Limbah Kulit Kakao.
Dikutip dari laman Universitas Negeri Yogyakarta, Senin (29/7/2019) Zulkaisi menjelaskan, superkapasitor merupakan bentuk penyimpan energi yang memiliki keunggulan dibandingkan kapasitor konvensional dan baterai. Karbon merupakan salah satu komponen penting dalam pembuatan elektroda untuk superkapasitor.