
"Dengan bekal karakter positif yang dikolaborasikan komunikasi efektif khas anak muda, kami berharap dapat tercipta budaya baru dalam berlalu lintas sekaligus mengembangkan model kampanye yang menyenangkan dan sesuai dengan perkembangan zaman,” ujar Muhibbuddin, dalam keterangan resminya yang diterima Okezone, Rabu (20/3/2019).
Kegiatan ini didukung tim Pusat Pengendali Lalu Lintas Nasional Kepolisian Republik Indonesia atau yang biasa dikenal sebagai NTMC POLRI. Generasi milenial ini juga disuguhkan perspektif baru dalam memandang perlunya mematuhi peraturan lalu lintas.

Melalui buku Fiqih Lalu Lintas karya akademisi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, mereka dapat memahami lebih dalam pesan moral di balik keselamatan berkendara berdasarkan prespektif keagamaan. Buku Fiqih Lalu Lintas ini merupakan buku pertama di Indonesia yang melihat keselamatan berkendara dari persepektif moral keagamaan.
(Mufrod)