JAKARTA - Sub-brand saat ini tampaknya mulai populer di kalangan perusahaan teknologi smartphone. Bahkan sub-brand dibuat untuk menyasar segmen yang berbeda yakni pasar menengah.
Seperti diketahui, Realme milik Oppo dan Redmi milik Xiaomi lebih menyasar pasar ponsel Rp2-3 jutaan.
Vivo pun tak mau ketinggalan, perusahaan asal China ini dikabarkan membuat sub-brand baru, iQOO. Menariknya, sub-brand tersebut dibuat untuk menyasar segmen premium, berbeda dengan kompetitor lain yang menyasar pasar menengah.
Hal tersebut disampaikan oleh Tyas K Rarasmurti, Public Relations Manager Vivo Indonesia di kantor redaksi Okezone, Jakarta Pusat.
"Biasanya kan kalau yang lain sub-brand menyasarnya kan ke bawah, kalau kita itu ke premium. Kalau di Vivo itu sejarahnya, BKK Electronic kan ada tiga, Oppo, Vivo, dan Oneplus. Oppo itu menyasar ke mid-low, kemudian Vivo itu ke mid-up, kemudian Oneplus itu lebih ke gig banget yang suka RAM tinggi dan performa tinggi," kata Tyas.