Sebelumnya Pemerintah melalui Kemenristekdikti juga berkolaborasi dengan beberapa perguruan tinggi nasional dalam pengembangan kendaraan listrik.
“Kolaborasi pemerintah dengan perguruan tinggi ini diharapkan dapat berjalan terus agar selalu ada hasil penelitian baru sehingga menghasilkan produk Indonesia yang berkualitas," ucap Menristekdikti dalam sambutannya pada Laporan Akhir Fase 1 Studi Komperhensif Electrified Vehicle di Kementerian Perindustrian, beberapa waktu lalu.
Dalam hasil studi yang dipaparkan tersebut secara garis besar menunjukkan bahwa penggunaan mobil listrik baik jenis hybrid atau plug in hybrid lebih efisien dan hemat dalam penggunaan energi. Terutama jika dibandingkan menggunakan kendaraan bukan elektrik atau dalam jenis internal combustion engine.
Mobil listrik jenis hybrid bisa melakukan penghematan dalam menggunakan energi sebesar 50 persen. Sedangkan, untuk jenis mobil listrik plug in hybrid penghematan energi bisa mencapai 75-80 persen.

(Mufrod)