3. Konjungsi Bulan dengan Mars
Setelah dengan Saturnus pada 11 November, Bulan akan tampak berdekatan dengan planet Mars pada 16 November. Nantinya Bulan akan berbentuk sabit dan berada sejauh 1 derajat dari Mars.
Pengamatan bisa dilakukan mulai pukul 23:53 malam. Keduanya akan berada di depan rasi bintang Aquarius dan dapat dilihat dengan mata telanjang.
4. Hujan Meteor Leonid
Leonid merupakan hujan meteor mayor atau berintensitas tinggi dan termasuk ke dalam salah satu hujan meteor terbaik setiap tahunnya.
Meteor ini berasal dari remah-remah komet 55P/Tempel-Tuttle dan pengamat akan berkesempatan melihat hingga 20 meteor per jam pada puncaknya dengan syarat lokasi pengamatan minim polusi cahaya dan cuaca yang cerah.
Bisa dilihat dengan mata telanjang, hujan meteor Leonid jatuh pada 18 November pukul 3 dini hari.

Baca Juga: Ini Alasan Mengapa Burung Atlantisia Tak Bisa Terbang
5. Puncak kecerahan Venus
Setelah mengalami konjungsi inferior pada 26 Oktober 2018, Venus akan kembali muncul di langit timur sebelum Matahari terbit. Pada 30 November, planet ini akan mengalami puncak kecerahannya. Kecerahan Venus sendiri berdasarkan pada dua faktor, yaitu jarak kedekatannya dengan Bumi dan fase.
Fase Venus bervariasi, tergantung pada posisi relatifnya terhadap Bumi. Pada saat fase sabit adalah fase di mana Venus mencapai titik tercerahnya. Karena pada fase inilah Venus berada pada jarak terdekat dengan Bumi. Hal itu akan menjadikan Venus benda langit paling terang ketiga setelah Matahari dan Bulan.
(Ahmad Luthfi)