Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Curhatan Pramugari Lion Air JT610, Vita: Beratnya Memakai Seragam Ini

Pernita Hestin Untari , Jurnalis-Senin, 29 Oktober 2018 |16:35 WIB
Curhatan Pramugari Lion Air JT610, Vita: Beratnya Memakai Seragam Ini
Ilustrasi Ask.fm (Foto: BBC)
A
A
A

"Jangan tertipu dengan seragam dan senyumnya. Apakah kami cantik? Wanita kelas atas? Tidak. Saat make up kita hapus dan seragam kita dilepas, itulah kami. Wanita biasa. Beratnya memakai seragam ini, kami harus selalu tersenyum saat kalian berkata penerbangan ini buruk, saat ada sistem pesawat yang tidak dapat digunakan, saat cuaca buruk kemudian jadwal penerbangan diundur, kami harus meminta maaf dan menerima kritik dari kalian padahal bukan kitalah penyebabnya," tuturnya.

 "Saat seragam ini kita pakai dini hari dan kita lepas petang hari dengan setumpuk beban di kepala. Mungkin keluarga kita sedang sakit dan kita tidak bisa merawatnya. Mungkin saat hari raya keluarga kita menunggu kita di rumah dan kita tidak bisa berkumpul bersamanya. Mungkin saat kita mulai tak enak badan namun harus tetap menjalankan tugas sebab disinilah letak penghasilan kita," terangnya.

 "Ya, Tuhan meletakan jalan rejeki kita disini. Percaya tidak percaya kita senang melihat anak kecil yang masuk ke pesawat. Lucu rasanya membangunkan orang yang tidak dikenal hanya sekedar untuk memakai seatbelt atau menawarkan makan. Bahkan terkadang kita menemukan jodoh di sini. Jangan sangka kita tidak takut pada saat cuaca buruk, justru di situlah letak ketakutan paling tinggi. Tak sedikit dari kami adalah tulang punggung keluarga. Tapi yang terpenting saat ini adalah memastikan penumpang kami baik-baik saja. Bekerja di udara berbeda dengan bekerja di darat. Tekanan udara berbeda. Suhu udara berbeda. Kita menerjang cuaca yang bisa tiba-tiba buruk. Begitulah sepenggal cerita tentang seragam ini," katanya.

Lion Air

Baca Juga: Alfiani, Pramugari Lion Air JT610 Banjir Doa di Instagram

Untuk informasi, selain Vita, dalam laporan perjalanan dari Lion Air juga disebutkan bahwa pilot pesawat Bhavye Suneja dan SIC Harvino dan empat pramugari lainnya, Shintia Melina, Citra Novita Anggelia Putri, Merry Yulyanda, dan Alfiani Hidayatul Solikah berada dalam pesawat.

Lengkapnya, pesawat Lion Air dengan kode JT610 jatuh di sekitar Tanjung Karawang pada 29 Oktober 2018. Adapun total korban pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di Tanjung Karawang 188 orang.

Terdapat 178 penumpang dewasa, 1 penumpang anak-anak dan 2 bayi, selanjutnya 2 orang pilot dan 5 pramugari.

Pesawat type B737-8 Max terbang dari Bandar Udara Soekarno Hatta Banten menuju Bandar Udara Depati Amir di Pangkal Pinang, dilaporkan telah hilang kontak sekitar pukul 06.31 WIB, sebelum dinyatakan jatuh.

(Ahmad Luthfi)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement